Mengejutkan! Konsumen Usia 55 Tahun ke Atas Tertinggi Adopsi AI

1 day ago 7

loading...

JAKARTA - Sebuah riset berskala besar yang melibatkan 1.596 responden dari berbagai provinsi di Indonesia mengungkapkan bahwa 74,6% konsumen Indonesia sudah menggunakan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Google AI Mode, Gemini, dan Perplexity untuk mencari informasi produk sebelum melakukan pembelian. Lebih dari seperempat di antaranya (26,4%) bahkan sudah menjadikan AI sebagai bagian rutin dalam proses pengambilan keputusan pembelian mereka.

Riset bertajuk “The Rise of AI-Assisted Consumer Information Search” ini dilakukan oleh Dedy Budiman, Champion Sales Trainer yang juga merupakan mahasiswa doktoral dari Universitas Prasetiya Mulya, melalui survei daring pada 3–13 Maret 2026. Responden berasal dari jaringan profesional Sales Director Indonesia (SDI), Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), serta jaringan korporasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Konsumen Indonesia Hampir Selalu Riset Sebelum Membeli

Riset ini mengkonfirmasi bahwa perilaku mencari informasi sebelum membeli sudah menjadi kebiasaan yang nyaris universal. Sebanyak 98,7% responden menyatakan selalu atau kadang-kadang mencari informasi terlebih dahulu sebelum memutuskan pembelian produk atau jasa.

Ketika ditanya tentang platform pertama yang digunakan untuk mencari informasi produk, media sosial (TikTok, Instagram, YouTube) masih menjadi pilihan utama dengan 39,3%, disusul marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada) di 27,1%, dan Google di 15,7%. Platform berbasis AI secara gabungan sudah mencapai 15,2% sebagai titik awal pencarian — terdiri dari Google AI Mode (8,6%) dan AI mandiri seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity (6,6%).

Konsumen Usia 55+ Justru Paling Tinggi Adopsi AI

Salah satu temuan paling mengejutkan dari riset ini adalah fenomena yang disebut “Silver Surfer Paradox” — konsumen berusia 55 tahun ke atas menunjukkan tingkat adopsi AI-first tertinggi sebesar 24,2%, dibandingkan hanya 11,7% pada kelompok usia 25–34 tahun. Temuan ini menantang asumsi umum bahwa generasi muda selalu menjadi pionir dalam adopsi teknologi baru.

Data penggunaan AI tinggi (pengguna yang sering atau hampir selalu menggunakan AI) juga menunjukkan pola serupa: kelompok usia 45–54 tahun mencatat tingkat penggunaan AI tinggi tertinggi (36,7%), diikuti kelompok 55+ (30,4%), sementara kelompok 17–24 tahun justru paling rendah (19,5%).

“Selama 30 tahun saya berkecimpung di dunia penjualan, belum pernah saya melihat pergeseran perilaku konsumen secepat ini. Yang menarik, justru para profesional senior dan pengambil keputusan yang lebih cepat mengadopsi AI karena mereka menghadapi keputusan pembelian yang lebih kompleks — mulai dari produk kesehatan, jasa keuangan, hingga properti. AI membantu mereka memproses informasi yang rumit dengan cara yang lebih efisien,” ujar Dedy Budiman.

AI Melengkapi, Belum Menggantikan Google

Meskipun adopsi AI tumbuh pesat, Google masih menjadi platform dominan. Sebanyak 60,5% responden menyatakan masih lebih sering menggunakan Google dibanding AI, sementara 22,4% sudah menggunakan keduanya secara seimbang, dan 17,2% sudah lebih condong ke AI.

Read Entire Article
Perayaan | | | |